Mar 142011
 

Jakarta/DNKids_Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan merupakan wujud proses wajar perkembangan system pendidikan dan selanjutkan dapat merupakan bapak pendidikan islam. Pesantren sendiri menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedang pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana yang terbuat dari bambu. Disamping itu kata pondok berasal dari bahasa Arab “Funduq” yang berarti hotel atau asrama. Hubungan kiai dengan santri pada umumnya  merupakan hubungan tanpa batas , begitu pula pada guru banturasa persamaan dan persaudaraan diantara santri sangat terasa. Keseharian dalam pesantren hampir seluruhnya diatur oleh santri , kiai tidak terlibat langsung dalam kehidupan para santri. Peraturan di pesantren pun seluruhnya diatur oleh para santri, kiai hanya sebagai pengawas dan memberi persetujuan yang sudah dianggap sesuai dengan kehidupan para santri.

Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat. Dengan demikian pesantren artinya “tempat para santri”. Selain itu, asal kata pesantren terkadang dianggap gabungan dari kata sant (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti “tempat pendidikan manusia baik-baik”. Definisi lain yang diberikan oleh Sudjoko  Prasodjo ‘pesantren adalah lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal dimana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa arab oleh ulama abad pertengahan, dan para santri biasanya tinggal di pondok (asrama ) dalam pesantren tersebut”. Dengan demikian dalam lembaga pendidikan Islam yang disebut pesantren sekurang-kurangnya ada unsur –unsur kiai, mesjid sebagi tempat penyelenggaraan pendidikan, dan pondok atau asrama tempat tinggal para santri.

Pesantren bukanlah semacam sekolah atau madrasah walaupun dalam lingkungan pesantren saat ini telah banyak pula didirikan unit-unit pendidikan klasikal dan kursus. Berbeda dengan sekolah, pesantren mempunyai kepemimpinan, cirri-ciri khusus semacam kepribadian yang diwarnai oleh karakteristik pribadi kiai, unsur-unsur pimpinan bahkan juga aliran keagamaan tertentu yang dianut. Pesantren  bukanlah lembaga pendidikan semata melainkan juga sebagai lembaga kemasyarakatan. Ia memiliki pranata sendiri yang memiliki hubungan fungsional dengan masyarakat dan hubungan tata nilai dengan kultur masyarakat tersebut khususnya yang berada dalam lingkungan pengaruhnya.

Dilihat dari sudut keberadaan pesantren berbeda dengan pendapat dari kalangan peneliti. Sementara ada yang berpendapat pada umumnya berdirinya suatu pesantren diawali dengan pengakuan masyarakat akan keunggulan dan ketinggian ilmu seorang guru atau kiai. Karena keinginan menuntut dan memperoleh ilmu dari kiai atau guru tersebut maka masyarakat sekitar bahkan dari luar daerah berdatangan untuk belajar. Mereka lalu membangun tempat tinggal yang sederhana disekitar tempat tinggal guru atau kiai tersebut.

(anggra_ sumber :Abuddin Nata, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia)

Related Articles:

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>