Sejarah

 

K.H.ABDUL MANAF MUKHAYYAR

SEKILAS PERJUANGAN BELIAU

Setelah menikah K.H. Abdul Manaf Muhayyar muda pergi belajar ke berbagai tempat untuk mencari guru-guru baru dan terus berusaha untuk mendalami ilmu pengetahuan. Diantara gurunya saat itu adalah Kyai Zakariya dari Lampung dan Kyai Siddiq dari Bendungan Hilir. Setelah lama menimba ilmu dan pengalaman, beliaupun akhirnya terinspirasi untuk merintis/ membangun sebuah madrasah. Pada mulanya beliau mebangun madarasah di kawasan Palmerah yaitu diatas tanah seluas 500 m2, namun setelah berjalan 1 tahun lamanya madrasah ini digusur oleh pemerintah.Hal itu tak menjadikannya putus asa dalam berjuang, melainkan semakin mengobarkan semangat dalam hatinya. Bahkan setelah penggusuran beliau menjual sebagian harta benda serta perhiasan istrinya untuk membeli lahan tanah seluas 7 ha yang berlokasi di kawasan Ulujami Tangerang Jawa Barat (Darunnajah sekarang).

Bersamaan dengan itu, dipersiapkan kader yang dimulai dari anak-anaknya sendiri, dimulai dari Saifuddin Arif dikirim ke gontor tahun 1961.Perjuangan tidak berhenti sampai disini, pada tahun 1965 datanglah seorang pemuda alumni Pondok Modern Gontor asal Cirebon yaitu yang sekarang dikenal dengan KH. Mahrus Amin. Seterusnya beliau tinggal bersama Kyai Manaf untuk kemudian bersama-sama berjuang merintis pesantren Darunnajah. Pada awal mulanya Darunnajah hanya memiliki sebuah surau kecil dan dihuni oleh 3 orang santri. Tahun berikutnya bertambah menjadi 9 orang santri, makin lama santripun semakin banyak hingga akhirnya dibangunlah 3 unit gedung madrasah atas bantuan dari Gubernur DKI saat itu (Ali Sadikin).

Dalam merintis pesantren tidak sedikit rintangan dan cobaan yang harus dihadapinya. Termasuk diantaranya ialah menghadapi orang-orang yang tidak senang dengan kehadiran pesantren Darunnajah. Bahkan beliau bersama K.H.Mahrus Amin sempat pula diusir dari daerah Ulujami. Semua itu tidak membuat Kyai Manaf pesimis dengan cita-cita luhurnya untuk terus mengembangkan pesantren. Karena dia yakin betul bahwa jika kita berjuang di jalan Allah maka Allah pun akan selalu menolong kita.

Diantara langkah-langkah strategis yang dilakukannya dalam merintis pesantren yaitu berkonsultasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan memohon restu serta do’a dari para Kyai.

ISTIQOMAH DALAM BERJUANG

Sebesar apapun rintangan yang kita hadapi akan terasa mudah untuk diselesaikan jika kita mempunyai tekad bulat dan mampu beristiqamah. Demikian pesan yang disampaikan K.H.Abdul Manaf Mukhayyar ketika diwawancarai oleh reporter www.darunnajah.com. Wujud komitmen dan konsistensi mutlak dibutuhkan dalam perjuangan, hal inilah yang mengantarkan Abdul Manaf kecil menuju pintu kesuksesannya sebagaimana dulu yang beliau pernah cita-citakan yaitu untuk membangun pesantren.

Darunnajah merupakan monumen keberhasilannya dalam berjuang. Siapa pernah membayangkan Darunnajah yang dulunya hanya madrasah kecil bisa mencetak ribuan kader ummat Islam yang tersebar hampir diseluruh Nusantara? Bahkan kini sudah banyak berdiri pesantren-pesantren cabangnya sebagai upaya pengembangan Pendidikan ummat Islam.

Sampai sebelum akhir hayatnya beliau selalu menanamkan kepada para guru dan santri Darunnajah untuk selalu istiqamah dalam hidup terutamanya dalam shalat berjama’ah. Bahkan KH.Mahrus Amin (pimpinan pesantren) pernah berkata, bahwa kemajuan dan perkembangan Darunnajah berawal dari shalat berjama’ahnya.

Insya Allah

Wallaahu lam bisshowab

Sejarah Singkat Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami Jakarta Selatan

A. Periode Cikal Bakal (1942-1960)

Pada tahun 1942 K.H. Abdul Manaf Mukhayyar mempunyai sekolah Madrasah Al-Islamiyah di Petunduhan Palmerah. Tahun 1959 tanah dan madrasah tersebut digusur  untuk perluasan komplek Perkampungan Olah Raga Sea Games, yang sekarang dikenal dengan komplek Olah Raga Senayan. Untuk melanjutkan cita-citanya, maka diusahakanlah tanah di Ulujami.
Tahun 1960, didirikan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI), dengan tujuan agar di atas tanah tersebut didirikan pesantren. Periode inilah yang disebut dengan periode cikal bakal, sebagai modal pertama berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah.

B. Periode Rintisan (1961-1973)

Pada tahun 1961 K.H. Abdul Manaf membangun gedung madrasah enam lokal di atas tanah wakaf. Ide mendirikan pesantren didukung oleh H. Kamaruzzaman yang saat itu sedang menyelesaikan kuliahnya di Yogyakarta. Untuk pengelolaan pendidikan diserahkan kepada Ust. Mahrus Amin, alumnus KMI Gontor yang mulai menetap di Jakarta pada tanggal 2 Februari 1961.
Karena banyaknya rintangan dan hambatan, maka pendidikan belum bisa dilaksanakan di Ulujami, tetapi dilaksanakan di Petukangan bersama beberapa tokoh  masyarakat, diantarannya Ust. Abdillah Amin dan H. Ghozali, berkerjasama dengan YKMI, tanggal 1 Agustus 1961, Ust. Mahrus Amin mulai membina madrasah Ibtidaiyah Darunnajah dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang dan tahun 1964 membuka Tsanawiyah dan TK Darunnajah.
Tahun 1970 ada usaha memindahkan pesantren ke Petukangan, tapi mengalami kegagalan. Dan usaha merintis pesantren pernah  pula dicoba dengan menampung kurang lebih 9 anak dari Ulujami dan Petukangan, yakni antara tahun 1963-1964. Dan tahun 1972 menampung kurang lebih 15 anak di Petukangan, namun kedua usaha itu didak dapat dilanjutkan dengan berbagai kesulitan yang timbul.
Para periode ini, meskipun pesantren yang diharapkan belum terwujud, tetapi dengan usaha-usaha tersebut, Yayasan telah berhasil mempertahankan tanah wakaf di Ulujami dari berbagai rongrongan, antara lain BTI PKI saat itu.

C. Periode Pembinaan dan Penataan (1974-1987)

Pada tanggal 1 April 1974, dicobalah untuk ke sekian kalinya mendirikan Pesantren Darunnajah di Ulujami. Mula-mula Pesantren mengasuh 3 orang santri, sementara Tsanawiyah Petukangan dipindah ke Ulujami untuk meramaikannya. Baru pada tahun 1976, Madrasah Tsanawiyah Petukangan dibuka kembali dan secara berangsur,Pesantren Darunnajah Ulujami hanya menerima anak yang mukim saja, kecuali anak Ulujami yang boleh pulang pergi.
Bangunan yang pertama didirikan adalah masjid dengan ukuran 11 X 11 m2 dan beberapa lokal asrama. Mesekipun bangunanya sederhana, namun sudah sesuai dengan master plan yang dibuat oleh Ir. Ery Chayadipura. Pada awal pembangunannya, seluruh santri selalu dilibatkan untuk membantu kerja bakti.
Pada periode inilah ditata kehidupan di Pesantren Darunnajah dengan sunnah-sunnahnya.
1. Aktivitas santri dan kegiatan pesantren disesuaikan dengan jadwal waktu sholat.
2. Menggali dana dari pesantren sendiri untuk lebih mandiri.
3. Meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, dengan dibentuk Lembaga Ilmu Al-Qur’an (LIQ), Lembaga Bahasa Arab dan Inggris dan Lembaga Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (LDPM).
4. Beasiswa Ashabunnajah  (kelompok santri penerima beasiswa selama belajar di Darunnajah) untuk kader-kader Darunnajah.

D. Periode Pengembangan (1987-1993)

Darunnajah mulai melebarkan misi dan cita-citanya, mengajarkan agama Islam, pendidikan anak-anak fuqara dan masakin  dan bercita-cita membangun seratus Pondok Pesantren Modern. Masa inilah, saat memancarkan pancuran kesejukan ke penjuru-penjuru yang memerlukan.
Sampai dengan tahun 2004, Pesantren Darunnajah Group telah berjumlah 41.

E. Periode Dewan Nazir (1994-sekarang)

Perjalanan sejarah Pesantren Darunnajah yang relatif lama telah menuntut peraturan kesempurnaan untuk menjadi lembaga yang baik. Belajar dari perjalanan pondok pesantren di Indonesia dan melihat keberhasilan lembaga Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, yang telah berumur lebih 1000 tahun lamanya, Yayasan Darunnajah yang memayungi segala kebijakan yang telah berjalan selama ini, berusaha merapihkan dan meremajakan pengurus yayasan.
Dengan niat yang tulus dan ikhlas, maka wakif  tanah di Ulujami Jakarta K.H.Abdul Manaf Mukhayyar, Drs.K.H. Mahrus Amin, dan Drs.H. Kamaruzzaman Muslim yang ketiganya mengatasnamakan para dermawan untuk wakaf tanah di Cipining Bogor seluas 70 ha, mengikrarkan wakaf kembali di hadapan para ulama dan umara dalam acara nasional di Darunnajah pada tanggal 7 Oktober 1994.
Dalam acara tersebut wakif menguraikan niat dan cita-citanya mendirikan lembaga ini diatas sebuah piagam wakaf yang ditandatangani oleh para pemegang amanat, Dewan Nazir dan Pengurus Harian Yayasan Darunnajah yang disaksikan oleh para tokoh masyarakat dan ormas di Indonesia.

Ditahun 2007,  Pesantren Darunnajah memiliki 11 cabang pesantren di berbagai tempat; Jakarta, Bogor, Serang, Bengkulu, Kalimantan Timur. dengan luas asset 318 ha.


Informasi lainnya yang mungkin terkait dengan berita ini: darunnajah ulujami, pesantren darunnajah ulujami, pondok pesantren darunnajah, pondok pesantren darunnajah jakarta selatan, pondok pesantren darunnajah ulujami, pondok pesantren darunnajah ulujami jakarta selatan, Pondok Pesantren Darunajah JAKARTA SELATAN, sejarah darunnnajah ulujami, sejarah pesantren, darunajah ulujami, ponpes darunnajah ulujami, pesantren darunazah, pesantren darunnajah, sejarah pondok pesantren, pesantren darunnajah jakarta selatan, sejarah pesantren darunnajah, darunnajah ulujami jakarta selatan, pesantren darunnajah ulujami jakarta selatan, pondok pesantren modern darunnajah ulujami jakarta selatan, PESANTREN DARUNNAJAH ULUJAMI JAKARTA, ponpes modern darunnajah, ponpes modern darunnajah ulujami jakarta, ponpes modern di lampung, ponpes modern darun najah, PonPes Darunnajah Ulujami Tangerang, pondok pesantren modern darunnajah ulujami, pondok pesantren modern di cirebon, pondok pesantren modern di jogja, Pondok pesantren modern ulujami, PONDOK PESANTREN MODERN WILAYAH JAKARTA ULUJAMI, pondok pesantren untuk menampung orang yang putus asa, ponpes assa adah video, ponpes darun najah di jakarta, Ponpes Darun Najjah Jakarta Selatan, ponpes darunnajah, ponpes darunnajah jaksel, ponpes ulujami darunnajah, profil pondok modern daarunnajah jakarta, Sejarah singkat darunnajah, sejarah-sejarah pondok pesantren, sekolah / pondok pesantren darun nazah ulujami, seorang wakif digusur, sma 87 ulujami, sma darunnajah petukangan, strategi guru dalam menanamkan shalat berjama\ah, ulujami sekolah islam pesantren, video ikhlas lembaga pengembangan da\wah, video sejarah pesantren, SEJARAH PONPES, sejarah pondok pesantren turus di tahun 1942, sejarah berdirinya pesanteren darunnajah, sejarah berdirinya pesantren, sejarah darunnajah, sejarah pesantren di indonesia, sejarah pesantren Darunnjah ulujami, sejarah petukangan, sejarah petukangan jakarta selatan, sejarah podok pesantren darunnajah, sejarah pondok pesantren di indonesia, sejarah pondok pesantren lampung, www darunnajah com, anak santri jpg, luas pondok pesantren darunajah di ulujami, MADRASAH DARUN NAJAH, madrasah darunnajah jakarta, merintis pesantren, mohon batuan menbangun madrasah, pendaftaran dan pergantian harta wakaf, pergantian harta wakaf, pesanteren darunnajah ulu jami, pesantren darunajjah ulu jami jakarta, informasi ponpes darunnajah ulu jami Jakarta, info konsultasi dengan kyai pesantren di bogor, fhoto pesantren darunnajah bogor, ASAL MULA NYA PESANTREN, banguna moderen, Darun nazah, darunajah, darunajjah cirebon, darunnajah, darunnajah petukangan, Darunnajah Ulujami Jakarta, darunnajah ulujami video, album foto pesantren darunnajah ulujami jakarta selatan, pesantren darunnajah ulujami tangerang, pesantren di ulu jami jakarta, pondok modern di jogja tingkat SMA, pondok pesantern darunnajah, pondok pesantren darun najah jakarta, pondok pesantren darunajah ulujami, pondok pesantren darunnajah jakarta, pesantren ulu jami tangerang, pondok pesantren darunnajah ulu jami jakarta selatan, pondok pesantren darunnajah ulujami jakarta, pondok pesantren ibtidaiyah modern yogyakarta, pondok modern darunnajah ulujami jakarta, pondok modern darunnajah jakarta, Pondok modern darunajah ulujami, pesantren di ulujami, pesantren modern Daru Najah, pesantren modern darunajah, pesantren modern di ulu jami, pesantren pulang pergi, pesantren sma modern di jogja, pesantren tsanawiyah darunnajah Bogor, photo banguna pesantren, pon pes darunnajah, pondok pesantren modern darunnajah jakarta

Post Footer automatically generated by Add Post Footer Plugin for wordpress.

 Posted by at 5:30 pm

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>